Kepolisian Jerman: Insiden Bom Jelang Laga Liga Champions Menggunakan Bahan Peledak Serius

4

Pihak kepolisian Jerman masih menyelidiki motif pengeboman jelang laga Liga Champions yang menimpa bus Borrusia Dortmund hingga mengalami kerusakan.

Polisi belum mengetahui siapa di balik insiden bom yang membuat laga terpaksa ditunda, namun mereka mengatakan telah menemukan sebuah surat yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Tapi mereka menambahkan tidak mau mengambil kesimpulan dengan cepat dan mengkonfirmasi ledakan malam ini adalah serangan teror terhadap Jerman.

Detektif malam ini mengungkapkan surat yang ditemukan itu sedang diperiksa diperiksa oleh pihak forensik kepolisian, namun keasliannya belum dikonfirmasi.

Juru bicara kepolisian berasumsi bus Dortmund memang sudah ditargetkan akan diserang. Meski begitu, pihaknya belum bisa pastikan ini aksi teroris atau bukan.

Setelah menyisir Tempat Kejadian Perkara, mereka sekarang berburu mobil dengan plat nomor luar negeri setelah ledakan terjadi yang menghancurkan jendela bus dan ada pemain menjadi korban ( Marc Bartra ) dalam serangan tersebut.

Diyakini pelaku pengeboman sudah lebih dulu memantau dan menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan serangan itu.

“Setelah penyelidikan awal, kami menganggap bahwa ini adalah serangan dengan bahan peledak yang serius.” ujar juru bicara kepolisian seperti dilansir The Sun.

Penjaga gawang Borussia Dortmund, Roman Burki, yang menjadi salah satu saksi atas insiden ledakan yang menimpa bus timnya. Turut menceritakan apa yang ia dan rekan-rekannya alami saat di dalam bus.

“Bus tengah berbelok menuju jalan utama saat muncul ledakan besar, benar-benar ledakan,” ujar Burki.

“Saya duduk di barisan belakang di bangku setelah Marc Bartra, saya terkena pecahan. Usai terdengar bunyi ledakan, kami semua langsung menunduk,” tambahnya menjelaskan.

Kepolisian setempat menjelaskan, tiga bom sempat meledak bersamaan di dekat bus para punggawa Borussia Dortmund, dan menemukan satu benda mencurigakan yang dinilai tidak berbahaya.

Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, dan pihak kepolisian Jerman bisa segera menuntaskan kasus ini dengan baik.

Comments

comments

NO COMMENTS