5 Gelandang Top Kelas Dunia yang Banyak Diremehkan Orang

1884

Peran Vital..

Sepak bola adalah sebuah permainan tim. Namun, setiap tim tentu memiliki dua sampai tiga pemain dengan kinerja yang menonjol. Akibatnya, perhatian publik pun selalu mengarah kepada mereka.

Gol dan assist kerap menjadi barometer kehebatan pemain. Namun, sejatinya mengambil peran vital dalam sebuah kemenangan tim tak hanya lewat gol dan assist. Banyak peran lain untuk membuat sebuah tim terlihat begitu hebat, salah satunya peran sebagai pemain tengah atau gelandang.

Dalam sepakbola modern saat itu, setidaknya ada lima pemain hebat yang tak mendapat perhatian setimpal sesuai dengan kontribusi mereka.

1. Antonio Candreva (Inter Milan/Italia)


Mampu menjalankan peran sebagai gelandang serang atau penyerang sayap, Candreva menjadi salah satu pemain terbaik di Italia saat ini. Ia adalah seorang pemain yang dinamis, ulet, dan memiliki kekuatan fisik.

Ia juga dikenal lewat kecepatan, stamina, konsistensi, dan kecerdasan dalam menciptakan peluang. Ia juga dibekali dengan kemampuan crossing yang sangat baik.

Namun, kekuatan andalan Candreva adalah fleksibilitas dalam memainkan beberapa posisi, mulai dari bek sayap, gelandang serang, penyerang sayap, bahkan sebagai false 9.

2. Blaise Matuidi (PSG/Prancis)


Bicara soal kesuksesan Paris Saint-Germain dalam beberapa tahun terakhir, pikiran semua orang tentu tertuju pada Zlatan Ibrahimovic. Namun, terdapat satu pemain yang tak boleh dilupakan. Ia adalah Matuidi.

Matuidi datang ke PSG dari Saint-Etienne pada musim panas 2011. Sejak itu, Matuidi menjadi salah satu pemain yang paling konsisten.

Ia adalah pemain yang dibekali dengan kemampuan membaca permainan dan intercept yang sangat baik. Ia juga memiliki tekel hebat yang bersih hingga membuat lawan kewalahan.

3. Casemiro (Real Madrid/Brazil)


Casemiro bermain di posisi yang tak akan mendapat perhatian lebih di Real Madrid. Namun, jika bertanya kepada Zinedine Zidane, ia akan menyebut Casemiro sebagai sosok terpenting dalam sistem permainannya.

Casemiro mengambil peran sebagai perusak permainan lawan. Ia adalah salah satu kunci kebangkitan Madrid bersama Zidane jelang akhir musim 2015/2016. Kemampuannya dalam mengambil posisi juga sangat baik.

Keberadaan Casemiro pun mempermudah tugas tiga penyerang utama Los Blancos, Ronaldo, Bale, dan Karim Benzema. Kehadirannya juga membuat duo lini tengah Madrid, Toni Kroos dan Luka Modric, bisa sedikit tenang dalam membangun serangan.

4. Radja Nainggolan (AS Roma/Belgia)


Roma mungkin telah tersingkir dari Liga Champions setelah kekalahan dari FC Porto di babak kualifikasi. Namun, Nainggolan tetap mampu menunjukkan kualitas kinerja yang menawan. Hal itu semakin mempertegas alasan mengapa ia menjadi salah satu pemain top yang diremehkan.

Ia adalah seorang gelandang box-to-box yang mampu memberikan kontribusi pada dua sektor, yakni serangan dan pertahanan. Nainggolan pun selalu bersedia jika posisinya dipindahkan. Itu yang membuatnya jarang kehilangan tempat di starting eleven.

Seperti perang, gelandang asal Belgia ini mempu menjadi parit bagi timnya. Bahkan, ia juga tak jarang mencetak gol spektakular lewat tendangan keras.

5. Sergio Busquets (Barcelona/Spanyol)


Alasan utama mengapa Barcelona begitu nyaman memainkan tempo tingkat tinggi selama beberapa musim adalah berkat keberadaan Busquets. Bisa dibilang, Busquets adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Pemain Spanyol ini sering melakukan pekerjaan kotor di tengah-tengah permainan. Ia bukan pemain yang ikut memamerkan gaya tiki-taka seperti pilar lain Barca. Namun, ia juga tetap punya peran penting di lini tengah jangkar timnya.

Busquets juga dikenal sebagai pekerja keras, defensif, dan cerdas dalam membaca permainan. Pentingnya peran Busquets pun disadari pemain Madrid, Sergio Ramos. “Ada sejumlah pemain yang saya suka. Namun, apa yang kita mungkin butuhkan adalah Busquets.”

Comments

comments

NO COMMENTS