11 Bintang Sepakbola yang Mudah Terpancing Emosi di Lapangan

11 Bintang Sepakbola yang Mudah Terpancing Emosi di Lapangan

1583
11 Pemain Bintang yang Kerap Terpancing Emosi Dalam Sebuah Laga

Tensi pertandingan sepak bola yang tinggi, membuat para aktor lapangan hijau harus pintar-pintar mengontrol emosinya kala melakoni sebuah laga. Karena jika mereka dengan mudah terpancing oleh provokasi pihak lawan, hal tersebut dapat mendatangkan kerugian bagi dirinya maupun tim yang dibelanya.

Namun, beberapa dari nama besar pemain sepak bola tidak mampu menahan emosi mereka dan lantas meluapkan amarahnya di tengah pertandingan yang sedang berlangsung.

Di bawah ini mari kita lihat 11 pesepakbola yang kerap dengan mudah terpancing emosinya di atas lapangan hijau.

 1. Luis Suarez – Striker

Marco van Basten pernah memberikan kritik untuk Suarez karena ia dinilai terlalu sering mendapatkan kartu kuning, ditambah kebiasaan buruknya menggigit lawan. Hingga pada tahun 2013 lalu, nama sang pemain yang kini menjadi bagian pasukan tempur Barcelona, masuk dalam lima besar pesepakbola terkotor di situs sepak bola Spanyol.

2. Diego Costa – Striker

Dibalik kualitas sang pemain dalam urusan mendobrak pertahanan lawan, surat kabar Prancis, L’Equipe ,menyebut Diego Costa menjadi aktor lapangan hijau yang paling dibenci pada bulan Desember lalu. Hal tersebut dilihat dari sifat provokatif dan cendrung bermain keras.

3. Eric Cantona – Striker

Emosi serta kekerasan Eric Cantona masih menjadi fenomena. Meski sudah dua dekade tendangan kungfu yang ia layangkan terhadap fans, para pecinta sepak bola tentu tidak bisa melupakan hal tersebut begitu saja.

“Saya tidak memukulnya cukup kuat, seharusnya aku menghantamnya lebih keras lagi.” tutur Cantona paska kejadian saat itu.

4. Gennaro Gattuso – Gelandang

Meski tidak memiliki skil teknis yang benar-benar menonjol, kecepatan, kekuatan, serta determinasi sang pemain di atas lapangan cukup tinggi. Dan hal tersebut terlihat kala sang pemain sukses menghentikan beberapa serangan berbahaya dari pihak lawan.

Namun jika bicara soal emosional, maka nama Gattuso mungkin menjadi yang terdepan.

5. Roy Keane – Gelandang

Keane adalah nama gelandang bertahan yang cukup besar, ia terkenal dengan gaya bermain yang agresif dan sangat kompetitif. Sebuah penampilan yang membuatnya menjadi kapten Manchester United mulai dari tahun 1997, hingga 2005 lalu.

6. Mark van Bommel – Gelandang

metro.co.uk (Mark van Bommel – Belanda)

Selama melakoni profesi sebagai seorang pesepakbola profesional, Mark van Bommel selalu menampilkan permainan agresifnya yang unik bagi PSV, Barcelona, Bayern Munchen hingga Milan. Dan sebelum ia memutuskan gantung sepatu, dirinya juga sempat terkena ganjaran kartu merah dari sang pengadil lapangan.

7. Jaap Stam – Bek

Jaap Stam sempat dipuja oleh para penggemar Manchester United berkat penampilan tanpa kompromi di atas lapangan hijau. Ia selalu menunjukan kualitasnya sebagai pengawal lini belakang yang baik.

8. Pepe – Bek

Meski kualitasnya kala mengawal lini belakang sebuah tim tidak diragukan lagi, Pepe sering mendapatkan kritik pedas dari berbagai media karena kecendrungannya mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan. Sang pemain memang kerap menampilkan perilaku kasar di atas lapangan.

9. Marco Materazzi – Bek

Pemain ini dikenal memiliki tingkat tempramen yang tinggi, gaya permainannya sangat mengandalkan kekuatan fisik serta agresifitas. Materazzi mendapat lebih dari 60 kartu kuning dan 25 kartu merah sepanjang karir profesionalnya.

10. Paolo Montero – Bek kiri

Montero dikenal karena agresinya dan penanganan serangan lawan yang cukup keras selama karirnya, ia bahkan memegang rekor untuk kartu kuning terbanyak dalam sejarah Serie A.

11. Olivier Khan – Penjaga gawang

Penjaga gawang terbaik pada masanya, Khan kerap berapi-api kala melakoni sebuah pertandingan, baik untuk Bayern Munchen maupun tim Nasional Jerman. Tak jarang ia berbenturan keras dengan lawan demi mengamankan jala gawangnya dari kebobolan.

Comments

comments

NO COMMENTS